01
Sakarida Isomerat
Sakarida Isomerat adalah campuran gula yang berasal dari tumbuhan yang dibuat dengan menata ulang molekul glukosa, paling sering bersumber dari jagung. Melalui proses enzimatik yang disebut isomerisasi, gula diubah menjadi struktur yang sangat mirip dengan karbohidrat yang ditemukan secara alami di kulit manusia, terutama yang membentuk Faktor Pelembap Alami.

Pertama kali dieksplorasi oleh para ahli kimia pada akhir tahun 1970-an, bahan ini dengan cepat menemukan tempatnya dalam perawatan kulit sebagai pelembap andal yang tetap bekerja bahkan setelah dibilas. Produksinya dimulai dengan glukosa nabati murni, yang diolah dengan enzim khusus di bawah suhu dan pH terkontrol, kemudian disaring dan dikonsentrasikan menjadi cairan jernih yang larut dalam air dan mudah ditambahkan ke dalam formula kosmetik.
Bahan ini dihargai karena satu fungsi utama yang memberikan manfaat nyata baik bagi produk maupun kulit.
Sebagai humektan, Sakarida Isomerat menarik dan mengikat air ke permukaan kulit. Ini membantu menjaga kulit tetap terhidrasi dalam waktu lama, mengurangi rasa kencang, dan membuat kulit tampak lebih halus dan kenyal. Karena berikatan dengan sangat baik dengan kulit, ia terus menarik kelembapan bahkan setelah dicuci, yang dapat meningkatkan kinerja keseluruhan formula dan menawarkan kenyamanan tahan lama untuk kulit kering atau sensitif.
Sebagai humektan, Sakarida Isomerat menarik dan mengikat air ke permukaan kulit. Ini membantu menjaga kulit tetap terhidrasi dalam waktu lama, mengurangi rasa kencang, dan membuat kulit tampak lebih halus dan kenyal. Karena berikatan dengan sangat baik dengan kulit, ia terus menarik kelembapan bahkan setelah dicuci, yang dapat meningkatkan kinerja keseluruhan formula dan menawarkan kenyamanan tahan lama untuk kulit kering atau sensitif.
Sakarida isomerat merupakan agen penahan air dan emolien yang baik. D-glukan terisomerisasi, yang memiliki kemampuan untuk memperbaiki sel epidermis dan meningkatkan hidrasi kulit, diproduksi melalui teknologi biokimia. Struktur komposisinya mirip dengan stratum korneum manusia. Ia dapat berikatan dengan gugus fungsional ε-asam amino pada kulit, seperti magnet yang mengikat kuat, sehingga dapat mempertahankan kapasitas medan hidromagnetik kulit dalam waktu lama.
Bahan ini dapat digunakan secara luas dalam berbagai kosmetik kulit dan rambut. Dalam kosmetik kulit, ia memiliki kemampuan mengatur kelembapan kulit yang baik dan efek melembapkan yang tahan lama, dan efeknya dapat bertahan hingga keratin terkelupas secara alami, melembapkan dan mengurangi iritasi; dalam produk rambut, ia memiliki efek melembapkan, anti-statis, dan anti-penuaan.
Bahan ini dapat digunakan secara luas dalam berbagai kosmetik kulit dan rambut. Dalam kosmetik kulit, ia memiliki kemampuan mengatur kelembapan kulit yang baik dan efek melembapkan yang tahan lama, dan efeknya dapat bertahan hingga keratin terkelupas secara alami, melembapkan dan mengurangi iritasi; dalam produk rambut, ia memiliki efek melembapkan, anti-statis, dan anti-penuaan.
Parameter Teknis Utama
| Penampilan | DI DALAMbubuk kristal putih |
| Aesai | ≥98% |
| D-glukosa | 48,5~55% |
| D-Mannosa | 2~5% |
| FOS | 35~38% |
| D-galaktosa | 1~2% |
| D-psikosis | 0,2~0,8% |
| Fciuman | 5~7% |
| Rafin | 0,5~0,7% |
| SAYAron | ≤10 ppm |
| Logam Berat (sebagai Pb) | ≤10 ppm |
| Loss saat pengeringan | ≤0,5% |
| Resiude pada Ignition | ≤0,2% |
Aplikasi
●Memperbaiki sel epidermis
●Meningkatkan kemampuan hidrasi kulit.
●Fungsi pengaturan kelembapan kulit yang baik
●Efek melembapkan yang tahan lama, dapat bertahan hingga keratin mengelupas secara alami.
●Berfungsi sebagai pelembap, memiliki efek anti-statis, dan efek anti-penuaan dalam produk perawatan rambut.
Keuntungan
●Pengaturan kelembapan kulit yang baik
●Efek melembapkan yang tahan lama
●Melembapkan dan mengurangi iritasi
deskripsi2




