Glutathione
Fungsi biologis inti glutathione berpusat pada pemeliharaan kesehatan holistik: menetralkan radikal bebas berbahaya untuk mengurangi stres oksidatif, mendukung detoksifikasi hati dengan mengikat racun untuk dibuang, meningkatkan aktivitas sel imun untuk memperkuat daya tahan infeksi, dan membantu perbaikan sel yang rusak (termasuk pemulihan DNA dan protein). Sebagai "antioksidan utama", glutathione bekerja melalui dua jalur utama: pertama, ia secara langsung membersihkan spesies oksigen reaktif dan radikal bebas lainnya yang menyebabkan kerusakan sel dan mempercepat penuaan; kedua, ia mendaur ulang antioksidan lain (seperti vitamin C dan E) kembali ke bentuk aktifnya, sehingga meningkatkan perlindungan antioksidan secara keseluruhan.

Untuk kesehatan hati, ia mengikat racun (misalnya, logam berat, polutan lingkungan) untuk membentuk senyawa yang larut dalam air, memungkinkan ekskresi yang aman melalui sistem metabolisme tubuh. Ia juga menyediakan energi dan dukungan bagi sel-sel imun seperti limfosit, sehingga meningkatkan respons imun alami tubuh.
Berbeda dengan antioksidan target tunggal, glutathione menawarkan manfaat kesehatan bagi seluruh tubuh: mengurangi stres oksidatif yang berkaitan dengan kerutan dan kelelahan kronis, meringankan beban hati akibat konsumsi alkohol atau paparan racun lingkungan, memperkuat kekebalan tubuh untuk menangkal penyakit umum, dan mendukung perbaikan sel untuk mempertahankan tingkat energi yang berkelanjutan. Tanpa efek samping serius yang diketahui pada dosis yang disarankan, glutathione merupakan pilihan yang didukung oleh sains untuk mengisi kembali sistem pertahanan alami tubuh dan menjaga kesehatan sel yang optimal.
Parameter Teknis Utama
| Penampilan | Bubuk kristal putih, bebas dari kotoran yang terlihat |
| Kelarutan | Larut dalam air (1g/10mL pada suhu 25°C) |
| Kemurnian HPLC (GSH) | ≥98,0% (pada basis kering) |
| Kemurnian Isomer Bentuk L | ≥99,0% |
| GSSG (Bentuk Teroksidasi) | ≤1,0% |
| Logam Berat (sebagai Pb) | ≤10 ppm |
| Arsenik (As) | ≤1 ppm |
| Merkuri (Hg) | ≤0,1 ppm |
| Kadmium (Cd) | ≤0,5 ppm |
| Pelarut Residu | Metanol ≤3.000 ppm; Etanol ≤5.000 ppm (memenuhi ICH Q3C (R9)) |
| Abu Sulfat | ≤0,1% |
| Kerugian pada Pengeringan | ≤0,5% |
| Total Kotoran Organik | ≤0,5% |
| Jumlah Ragi & Jamur | ≤100 CFU/g |
| Bakteri Escherichia coli | Negatif |
| Salmonella spp. | Negatif |
| Stafilokokus aureus | Negatif |
| pH (Larutan 1%) | 5,5–7,5 |
| Kelompok Sulfhidril Bebas | ≥98,0% (diukur dengan Reagen Ellman) |
| Ukuran Partikel (D90, jika berlaku) | ≤50 mikrometer |
| Daya Serap UV (250–300 nm) | ≤0,1 SA |
Aplikasi
●Dukungan Antioksidan Seluler
●Detoksifikasi Hati
●Antioksidan
●Kesehatan dan Vitalitas Kulit
●Metabolisme Energi
Keuntungan
●Antioksidan Utama
●Aksi Sistemik
deskripsi2





